Menko Airlangga Ajak Lulusan PTIQ Jadi Inovator Ekonomi Berkeadilan Berbasis Nilai Qur’ani
- account_circle Azkatia
- calendar_month 17 jam yang lalu

publikasi_1790157299_6ab3a1f3b83a9
Lens IDN, Jakarta— Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak para lulusan Universitas PTIQ Jakarta untuk menjadi inovator dan problem solver yang mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam pembangunan ekonomi nasional.
Pesan tersebut disampaikan Airlangga saat memberikan orasi ilmiah dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut Airlangga, nilai-nilai Al-Qur’an memiliki relevansi penting dalam menghadapi tantangan ekonomi, khususnya ketika dunia masih dihadapkan pada ketidakpastian global. Pembangunan ekonomi, kata dia, tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus memastikan terciptanya keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Al-Qur’an sebagai pedoman hidup telah memberikan asas-asas fundamental dalam tata kelola perekonomian yaitu Prinsip Keadilan (‘Adl) dan Keseimbangan (Mizan),” ujar Airlangga.
Ia kemudian mengutip firman Allah dalam QS An-Nahl ayat 90 yang menekankan perintah untuk berlaku adil dan berbuat kebajikan serta larangan melakukan perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.
Pertumbuhan Ekonomi Diiringi Perbaikan Indikator Sosial
Airlangga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional juga perlu dilihat dari dampaknya terhadap kondisi sosial masyarakat.
Pada Maret 2026, tingkat kemiskinan tercatat sebesar 8,07 persen. Sementara itu, rasio Gini berada pada level 0,368, yang disebut sebagai angka terendah dalam satu dekade. Tingkat pengangguran terbuka juga tercatat sebesar 4,65 persen.
Dibandingkan Maret 2025, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 926 ribu orang. Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator yang menunjukkan adanya upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Untuk memperluas pemerataan manfaat pembangunan, pemerintah juga menyiapkan 28 program perlindungan sosial yang mencakup berbagai tahapan kehidupan masyarakat.
Sejumlah program tersebut antara lain Program Indonesia Pintar yang menyasar 22 juta siswa, Sekolah Rakyat bagi masyarakat miskin, Makan Bergizi Gratis dengan target 74 juta penerima, Cek Kesehatan Gratis, Program Keluarga Harapan bagi 10 juta keluarga penerima manfaat, serta pembiayaan iuran BPJS Kesehatan bagi 96,8 juta masyarakat.
Selain itu, berbagai subsidi dan kompensasi energi juga terus diberikan sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
Inklusi Keuangan Syariah Masih Perlu Diperkuat
Dalam orasi ilmiahnya, Airlangga juga menyoroti perkembangan inklusi dan literasi keuangan di Indonesia.
Indeks inklusi keuangan telah mencapai 93,61 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan berada pada angka 69,57 persen. Angka literasi tersebut disebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara OECD yang berada di level 63 persen.
Meski demikian, Airlangga menilai masih terdapat ruang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. Saat ini, tingkat inklusi keuangan syariah tercatat 13,14 persen.
Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong penguatan pemahaman masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap produk keuangan syariah. Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kepemilikan rekening masyarakat melalui BRI dan Bank Syariah Indonesia.
Ekonomi Syariah dan Industri Halal Terus Dikembangkan
Pengembangan ekonomi syariah dan industri halal juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional.
Airlangga menyebut aset keuangan syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Indonesia juga disebut berada di posisi keempat dunia bersama Malaysia dalam indikator yang disampaikan pemerintah tersebut.
Di sektor Muslim modest fashion, Indonesia menempati peringkat pertama dunia. Sementara pada industri halal, telah diterbitkan sekitar 4,4 juta sertifikat halal bagi 3,4 juta pelaku usaha yang mencakup 14,68 juta produk.
Indonesia juga telah memiliki mutual recognition arrangement untuk produk halal dengan 39 negara. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses produk halal Indonesia ke pasar internasional.
Airlangga Titip Tiga Pesan untuk Wisudawan PTIQ
Di hadapan para wisudawan sarjana, magister, dan doktor Universitas PTIQ Jakarta, Airlangga menyampaikan tiga pesan yang berkaitan dengan peran lulusan perguruan tinggi dalam menghadapi perkembangan zaman.
Pesan pertama adalah agar para lulusan menjadi problem solver dan inovator dengan membawa nilai-nilai Qur’ani ke dalam ruang kebijakan maupun kehidupan masyarakat.
“Kedua, kuasai teknologi dan literasi digital, jangan gagap terhadap perkembangan zaman seperti Artificial Intelligence (AI) dan perkembangan teknologi lainnya,” kata Airlangga.
Pesan ketiga, para lulusan diminta memanfaatkan berbagai program pemerintah untuk meningkatkan kompetensi, pengalaman, maupun akses pembiayaan.
Beberapa program yang disebut Airlangga antara lain MagangHub, pelatihan GIG Economy dan Digital Talent Scholarship, pembiayaan bersubsidi untuk wirausaha termasuk KUR syariah, serta program LPDP untuk melanjutkan pendidikan.
“Saya ingin menitipkan tiga pesan utama kepada para wisudawan S1, S2, dan S3 PTIQ Jakarta. Pertama, jadilah problem solver dan inovator, bawa nilai-nilai Qur’ani ke dalam ruang-ruang kebijakan,” pungkasnya.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Agama RI sekaligus Rektor Universitas PTIQ Jakarta Nasaruddin Umar, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Ketua Badan Pembina Yayasan Pendidikan Al-Qur’an (YPA) Ponco Sutowo, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Al-Quran Achmad Zacky Siraj, pimpinan dan Senat Akademik Universitas PTIQ Jakarta, para Guru Besar, perwakilan kementerian/lembaga, serta para wisudawan bersama orang tua atau wali.

