Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » “Aget..”: Ketika Kesialan Mengingatkan Kita pada Hal yang Patut Disyukuri

“Aget..”: Ketika Kesialan Mengingatkan Kita pada Hal yang Patut Disyukuri

  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Belajar tentang rasa syukur dan cara memandang kehidupan dari ungkapan sederhana masyarakat Bali

Mengenal Kata “Aget” dari Kehidupan Sehari-hari Masyarakat Bali

Lens IDN, Kolom – Bagi masyarakat Bali, kata aget yang artinya untung merupakan salah satu ungkapan yang dapat digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menunjukkan rasa lega atau syukur karena sesuatu yang dikhawatirkan ternyata tidak terjadi atau tidak berakhir lebih buruk. Kata ini sering muncul setelah seseorang mengalami kejadian yang kurang menyenangkan.

Misalnya ketika seseorang terpeleset atau terjatuh kemudian mengatakan “Aget sing patah tulang.” Dalam bahasa Indonesia ungkapan tersebut artinya “Untung saja tidak sampai patah tulang.” Meskipun orang tersebut mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, ia masih merasa lega karena tidak mengalami cedera yang lebih serius. Contoh lainnya saat hujan deras mendadak turun dan jemuran belum sempat kering sempurna, celetukan yang sering terdengar adalah, “Aget jemuhane suba kaangkat…” (Untung jemurannya sudah diangkat).

Ungkapan aget mungkin terdengar sederhana bagi masyarakat Bali karena sudah sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi bagi orang yang belum mengenal bahasa Bali, kata tersebut mungkin menimbulkan pertanyaan tentang apa sebenarnya maknanya.

Aget tidak hanya dipahami sebagai ungkapan spontan tetapi juga dapat menggambarkan perasaan lega dan kesadaran bahwa masih ada hal yang patut disyukuri setelah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Makna dan cara penggunaan kata ini bisa berbeda bergantung pada situasi dan kebiasaan masing-masing orang.

Menariknya dari satu kata sederhana ini kita bisa menemukan pelajaran tentang bagaimana seseorang memandang pengalaman hidup. Terkadang di tengah kejadian yang tidak sesuai harapan masih ada hal kecil yang membuat kita merasa beruntung.

Ternyata Bersyukur Tidak Harus Menunggu Bahagia

Selama ini kita mungkin lebih sering menghubungkan rasa syukur dengan hal-hal menyenangkan seperti mendapatkan pekerjaan, memperoleh nilai bagus, memiliki keluarga yang sehat atau mencapai sesuatu yang sudah lama diinginkan. Padahal rasa syukur juga bisa muncul ketika kita menghadapi kejadian yang kurang menyenangkan.

Contohnya seseorang yang mengalami kecelakaan mungkin masih merasa sakit atau takut setelah kejadian tersebut. Ketika menyadari bahwa dirinya tidak mengalami cedera serius muncul perasaan lega karena keadaan ternyata tidak seburuk yang dibayangkan. Seseorang tidak sedang menganggap kejadian buruk sebagai sesuatu yang menyenangkan. Ia hanya menyadari bahwa masih ada hal baik yang bisa disyukuri.

Hal ini sejalan dengan konsep gratitude atau rasa syukur yang dibahas oleh Robert A. Emmons. Rasa syukur tidak hanya berkaitan dengan menerima sesuatu yang menyenangkan tetapi juga kemampuan untuk menyadari dan menghargai hal-hal baik yang hadir dalam kehidupan. Seseorang dapat tetap menemukan sesuatu yang patut disyukuri meskipun sedang berada dalam situasi yang sulit.

Beberapa penelitian di Indonesia juga membahas hubungan rasa syukur dengan kondisi psikologis. Penelitian Amaniey dan Harahap (2022) misalnya membahas hubungan antara rasa syukur dan kesehatan mental pada mahasiswa. Penelitian Fatmala dan Sari (2022) juga menunjukkan pentingnya rasa syukur dalam kaitannya dengan kesejahteraan psikologis.

Dari sini kita bisa memahami bahwa bersyukur bukan berarti hidup kita harus selalu berjalan sesuai keinginan. Terkadang rasa syukur justru muncul ketika kita menyadari bahwa keadaan masih bisa jauh lebih buruk tetapi kita masih diberi kesempatan untuk melewati dan menghadapinya.

Bukan Mengubah Kejadian, tetapi Mengubah Cara Melihatnya

Ada satu hal menarik dari ungkapan aget etika seseorang mengatakan “Aget sing patah tulang”, kejadian jatuhnya tetap terjadi. Rasa sakit atau ketidaknyamanan yang dialami juga tidak langsung hilang. Tetapi orang tersebut mulai melihat kejadian itu dari sisi yang berbeda yaitu menyadari bahwa dirinya tidak mengalami cedera yang lebih parah.

Dalam psikologi, cara melihat kembali suatu kejadian dari sudut pandang yang berbeda berkaitan dengan konsep cognitive reappraisal. James J. Gross (1998) menjelaskan bahwa cognitive reappraisal merupakan salah satu strategi regulasi emosi yaitu mengubah cara seseorang menafsirkan suatu situasi agar dapat memengaruhi respons emosional yang muncul.

Contohnya ketika seseorang gagal dalam ujian, ia mungkin awalnya merasa kecewa dan menganggap dirinya tidak mampu. Tetapi setelah mencoba melihat situasi dari sudut pandang lain, ia menyadari bahwa kegagalan tersebut bisa menjadi kesempatan untuk mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki.

Hal yang sama dapat kita lihat dalam ungkapan aget. Seseorang tidak menyangkal bahwa dirinya mengalami kejadian buruk, tetapi mencoba melihat bahwa masih ada hal yang patut disyukuri dari kejadian tersebut.

Penelitian Bintamur (2023) juga membahas keterkaitan strategi cognitive reappraisal, resiliensi, dan kepuasan hidup. Hal ini memberikan gambaran bahwa cara seseorang mengelola dan memaknai pengalaman dapat berkaitan dengan bagaimana ia menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.

Penting untuk dipahami bahwa mengubah sudut pandang bukan berarti memaksakan diri untuk selalu berpikir positif. Kita tetap boleh merasa kecewa, sedih, takut, atau marah. Hal yang lebih penting adalah memberi ruang bagi perasaan tersebut sambil mencoba melihat situasi secara lebih seimbang.

Bersyukur Bukan Berarti Harus Selalu Berpikir Positif

Meskipun rasa syukur memiliki banyak manfaat, bukan berarti seseorang harus selalu merasa bersyukur dalam setiap keadaan. Ada kalanya seseorang memang membutuhkan waktu untuk menerima kejadian yang menyakitkan. Meminta seseorang untuk langsung bersyukur ketika sedang mengalami kesulitan justru bisa membuat perasaannya seolah-olah tidak dihargai.

Contohnya seseorang yang baru saja mengalami kecelakaan tetap berhak merasa takut, sedih, atau kecewa. Ia tidak harus langsung mengatakan bahwa kejadian tersebut membawa hikmah. Rasa syukur dapat muncul secara perlahan, ketika seseorang sudah lebih siap menerima dan memahami pengalaman yang dialaminya.

Menurut saya hal inilah yang menarik dari ungkapan aget. Ungkapan tersebut tidak harus dimaknai sebagai ajakan untuk mengabaikan kesulitan. Sebaliknya, aget dapat menjadi pengingat bahwa di tengah pengalaman yang kurang menyenangkan terkadang masih ada hal yang bisa membuat kita merasa lega.

Dari Satu Kata, Kita Belajar Banyak Hal

Ungkapan aget mungkin hanya terdiri dari satu kata dan sering digunakan secara spontan dalam percakapan sehari-hari. Jika diperhatikan lebih jauh ungkapan ini dapat membuka pembahasan tentang rasa syukur, cara memaknai pengalaman, dan emosi positif dalam kehidupan.

Melalui konsep gratitude, kita belajar untuk lebih menghargai hal-hal baik yang masih dimiliki. Melalui cognitive reappraisal, kita belajar bahwa suatu kejadian dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Sementara itu Broaden-and-Build Theory membantu menjelaskan bagaimana emosi positif dapat memperluas cara berpikir dan membangun sumber daya psikologis.

Pada akhirnya kita tidak selalu bisa menentukan apa yang akan terjadi dalam hidup. Ada kejadian yang menyenangkan ada pula yang tidak sesuai harapan. Kita masih bisa belajar untuk melihat pengalaman tersebut dengan cara yang lebih seimbang.

Seperti ungkapan sederhana “Aget sing patah tulang” terkadang kita baru menyadari bahwa ada sesuatu yang patut disyukuri setelah melewati kejadian yang tidak menyenangkan. Mungkin kita tidak selalu mendapatkan kehidupan yang sempurna, tetapi kita bisa belajar menghargai hal-hal baik yang masih ada di dalamnya.

 

 

Daftar Pustaka

Amaniey, M. D., & Harahap, F. (2022). Hubungan antara bersyukur dengan kesehatan mental pada mahasiswa. Acta Psychologia, 4(1), 57–64. https://doi.org/10.21831/ap.v4i1.51548

Bintamur, D. F. (2023). Resiliensi sebagai mediator antara strategi regulasi emosi cognitive reappraisal dan kepuasan hidup. Jurnal Ilmiah Psikologi Mind Set, 14(1), 58–68. https://doi.org/10.35814/mindset.v14i01.3448

Fatmala, D., & Sari, C. A. K. (2022). Pengaruh rasa syukur terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa S1 UIN Tulungagung di masa pandemi Covid-19. Journal of Islamic and Contemporary Psychology, 2(1), 15–25. https://doi.org/10.25299/jicop.v2i1.9009

Fredrickson, B. L. (2001). The role of positive emotions in positive psychology: The broaden-and-build theory of positive emotions. American Psychologist, 56(3), 218–226. https://doi.org/10.1037/0003-066X.56.3.218

Gross, J. J. (1998). The emerging field of emotion regulation: An integrative review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299. https://doi.org/10.1037/1089-2680.2.3.271

Kasyfillah, M. H. H., Ul Khusna, N. A., Saputri Tokan, M. M., Anshar, M. R., Satria, A., Roehan, M. S., et al. (2024). Peran gratitude untuk meningkatkan subjective well-being pada mahasiswa. Psycho Aksara: Jurnal Psikologi, 2(2), 110–118. https://doi.org/10.28926/pyschoaksara.v2i2.1475

  • Penulis: Gusti Ayu Vania Adistirani Joti.
  • Editor: Devina

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPD IPHI 1987 DIY

    DPD IPHI 1987 DIY Gelar Penyuluhan Hukum di SDN Depok 2

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Yogyakarta – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (DPD IPHI 1987) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak melalui kegiatan penyuluhan hukum bertema “Pencegahan Tindak Kekerasan dan Bullying” yang diselenggarakan di SDN Depok 2. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu 29 Juli 2025, di SDN […]

  • 681936634_1553363793460118_6714514346149256781_n

    Patrick Vieira Kritik Keras Kandidat PFA: Bruno Fernandes Dinilai Tak Layak Menang

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Legenda Arsenal, Patrick Vieira, melontarkan kritik tajam terhadap dukungan yang mengarah kepada Bruno Fernandes dalam perburuan penghargaan PFA Player of the Year. Vieira menilai, gelandang Manchester United tersebut tidak pantas menjadi pemenang jika melihat kontribusi secara lebih mendalam. Dalam pernyataannya, Vieira menyoroti statistik assist Bruno Fernandes yang kerap dijadikan alasan utama […]

  • IMG-20261022-WA0014

    Belajar Hukum di Ruang Sidang: Pengalaman Menyaksikan Persidangan di Pengadilan Agama Surabaya

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Anshory Hadi Putra, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus1945 (Untag) Surabaya.
    • 0Komentar

    Lens IDN, Surabaya — Memahami hukum tidak cukup hanya dengan membaca undang-undang, menghafal pasal, atau mendengarkan penjelasan dosen di ruang kuliah. Hukum perlu dilihat dalam praktik agar mahasiswa memahami bagaimana aturan diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. Pengalaman itu saya dapatkan pada Rabu, 14 Oktober 2026, ketika mengikuti kunjungan akademik ke Pengadilan Agama Surabaya […]

  • WhatsApp Image 2026-06-05 at 20.02.58 (1)

    Demo Serentak di Kejagung, Mabes Polri, dan KPK, Mahasiswa Tuntut Pengusutan Dana Reses Agung Bagus Pratiksa Linggih

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta –  Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi Bali melakukan aksi unjuk rasa di tiga instansi sekaligus yakni Kejaksaan Agung RI, Mabes Polri, dan KPK (5/6/2026). aksi ini menuntut agar dilakukannya penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan dana reses yang dilakukan oleh ketua komisi II DPRD Provinsi Bali, yakni Agung Bagus Pratiksa Linggih. Aksi ini dilakukan atas […]

  • Usulan Ahmad Sahroni Soal KPK Konsultasi dengan Ketum Parpol Sebelum Tangkap Kader Picu Kontroversi

    Usulan Ahmad Sahroni Soal KPK Konsultasi dengan Ketum Parpol Sebelum Tangkap Kader Picu Kontroversi

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Pernyataan mengejutkan datang dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang menyulut perdebatan publik. Politikus Partai NasDem itu menyarankan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlebih dahulu memberi tahu ketua umum partai politik sebelum melakukan penangkapan terhadap kadernya yang diduga terlibat kasus korupsi. “Kalaupun mau tangkap, misalnya Bapak berkomunikasi dengan […]

  • Perjalanan Karier Reea J.C Donnelly dari Penyanyi TVRI hingga Pemeran Bu Rina di Asmara Gen Z

    Perjalanan Karier Reea J.C Donnelly dari Penyanyi TVRI hingga Pemeran Bu Rina di Asmara Gen Z

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Nama Reea J.C Donnelly tengah menjadi sorotan publik berkat perannya sebagai Bu Rina dalam sinetron populer Asmara Gen Z. Aktingnya yang natural dan penuh penghayatan berhasil mencuri perhatian penonton televisi tanah air. Tak hanya dikenal sebagai aktris berbakat, Reea juga merupakan sosok inspiratif yang membuktikan bahwa kecerdasan akademik dapat berjalan seiring dengan […]

expand_less