FABEM Jawa Timur Kecam Polri: Kasus Tewasnya Driver Ojol Jadi Bukti Kekerasan Negara Masih Hidup
- account_circle Azkatia
- calendar_month 5 jam yang lalu

FABEM Jawa Timur melontarkan kritik keras terhadap institusi Polri pasca peristiwa tragis yang menimpa seorang driver Ojol. (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, Surabaya – Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Jawa Timur melontarkan kritik keras terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pasca peristiwa tragis yang menimpa seorang driver ojek online (Ojol), Moh. Umar Amirudin. Kejadian ini disebut sebagai bukti nyata bahwa praktik kekerasan negara terhadap rakyat masih terus berlangsung dan mencederai prinsip demokrasi.
Menurut FABEM Jatim, Polri yang seharusnya hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat justru berubah menjadi sosok menakutkan bagi rakyat. “Polri kini lebih sering tampil sebagai alat kekerasan, bukan sebagai pengayom masyarakat. Peristiwa ini menunjukkan bahwa demokrasi kita masih jauh dari cita-cita awal,” tegas Ketua FABEM Jatim, Doni, dalam keterangannya.
Kematian Driver Ojol Jadi Potret Buram Aparat
FABEM Jatim menilai tindakan aparat kepolisian yang menyebabkan gugurnya Moh. Umar Amirudin adalah bentuk nyata hilangnya jati diri Polri. Kekerasan demi kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat, kata Doni, semakin menjauhkan kepolisian dari nilai kemanusiaan dan konstitusi.
“Gugurnya saudara Moh. Umar Amirudin adalah duka yang mendalam sekaligus tamparan keras bagi demokrasi Indonesia. Nyawa yang hilang hari ini adalah representasi kegagalan negara dalam melindungi rakyatnya,” ujarnya.
Demokrasi yang Terkoyak
FABEM Jatim mengingatkan bahwa demokrasi seharusnya memberikan ruang kebebasan berpendapat, kebebasan berkumpul, serta jaminan keselamatan bagi warga negara yang menyampaikan aspirasi di ruang publik. Namun, realitas yang terjadi justru sebaliknya.
“Insiden ini membuktikan bahwa kebebasan sipil masih terancam. Aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga hak-hak rakyat justru berperan sebagai pelanggar,” tambah Doni.
Tuntutan Perubahan
Melalui pernyataannya, FABEM Jatim mendesak agar Polri segera melakukan introspeksi serta menindak tegas oknum aparat yang terlibat. Mereka juga menuntut adanya reformasi institusi kepolisian agar tidak lagi menimbulkan korban di masa depan.
“Reformasi Polri adalah keharusan. Tanpa itu, demokrasi akan terus berada di ujung tanduk, dan rakyat tidak akan lagi percaya kepada aparat yang seharusnya melindungi mereka,” tegasnya.
- Penulis: Azkatia