Ketua Yayasan Niko Cahaya Abadi Ajak Transparansi Anggaran Makan Bergizi Gratis
- account_circle Azkatia
- calendar_month 12 jam yang lalu

Ketua Yayasan Niko Cahaya Abadi. (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, Jakarta- Eky Haneko Saputra, CHRMP., Ketua Umum Yayasan Niko Cahaya Abadi, menyerukan kepada seluruh ketua yayasan pengelola program Makan Bergizi Gratis 2026 untuk mengedepankan transparansi dan akuntabilitas penuh terhadap alokasi anggaran rakyat. Seruan ini disampaikan dalam komitmen bersama mewujudkan program prioritas Presiden Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto, S.E., M.A.B dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, B.Sc untuk generasi Indonesia Emas 2045.
Mitra Resmi Badan Gizi Nasional
Yayasan Niko Cahaya Abadi yang merupakan entitas mitra resmi Badan Gizi Nasional memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola program yang menjadi prioritas utama pemerintahan saat ini. Program Makan Bergizi Gratis dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi sejak dini.
“Kami senantiasa memegang teguh tagline ‘Berbakti pada Bangsa, Mengabdi pada Negeri’ dalam setiap langkah pelaksanaan program ini,” tegas Eky Haneko Saputra dalam keterangannya.
Prinsip Utama: Mengisi Perut yang Lapar, Bukan yang Serakah
Dalam visi pengelolaan program, Yayasan Niko Cahaya Abadi menekankan bahwa tujuan utama adalah mengisi perut-perut yang lapar, bukan perut yang serakah. Filosofi ini menjadi landasan moral dalam memastikan setiap rupiah anggaran rakyat benar-benar sampai kepada sasaran yang tepat.
Yayasan mengedepankan tiga pilar utama dalam penyajian makanan bergizi:
- Kualitas Rasa – Memastikan makanan yang disajikan enak dan disukai anak-anak
- Kandungan Gizi Optimal – Memenuhi standar kebutuhan gizi seimbang untuk tumbuh kembang
- Estetika Tinggi – Penyajian menarik untuk meningkatkan selera makan
Komitmen Anti-Korupsi yang Tegas
“Korupsi adalah hal yang sangat kami benci, sejalan dengan komitmen Bapak Presiden,” ungkap Eky Haneko Saputra dengan tegas. “Setiap rupiah uang rakyat harus kembali pada perut rakyat, bukan masuk ke kantong pribadi oknum yang tidak bertanggung jawab.”
Pimpinan Yayasan Niko Cahaya Abadi menegaskan bahwa pengawasan ketat akan dilakukan di setiap lini pelaksanaan program, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Maksimalisasi Penyerapan Anggaran untuk Kualitas
Berbeda dengan pendekatan yang hanya fokus pada efisiensi anggaran, Yayasan Niko Cahaya Abadi justru mengoptimalkan penyerapan anggaran untuk memaksimalkan kualitas menu yang disajikan. Pendekatan ini bertujuan agar anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi terbaik sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami tidak ingin ada sisa anggaran yang menunjukkan ketidakmampuan dalam memberikan yang terbaik bagi anak-anak Indonesia. Sebaliknya, kami juga memastikan tidak ada pembengkakan biaya yang tidak jelas,” jelas Ketua Umum.
Ajakan kepada Seluruh Pengelola Juknis
Eky Haneko Saputra mengajak seluruh ketua yayasan pengelola petunjuk teknis (Juknis) Program Makan Bergizi Gratis 2026 untuk:
- Membuka laporan keuangan secara berkala
- Melibatkan pengawasan independen dalam setiap tahap pelaksanaan
- Mengutamakan kualitas dan ketepatan sasaran
- Menolak segala bentuk pungutan liar atau penyalahgunaan wewenang
- Melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan
Investasi untuk Indonesia Emas 2045
Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan investasi strategis untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dengan memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup, diharapkan akan lahir generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
“Ini adalah amanah rakyat yang harus kita jalankan dengan penuh integritas. Masa depan bangsa ada di tangan anak-anak yang kita beri makan hari ini,” tutup Eky Haneko Saputra.
Komitmen transparansi dan akuntabilitas yang diserukan Yayasan Niko Cahaya Abadi diharapkan dapat menjadi standar bagi seluruh pelaksana program di berbagai daerah, sehingga tujuan mulia program prioritas pemerintah dapat tercapai secara optimal.
- Penulis: Azkatia
