Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » ISLAMIC GOOD VIBES: Tanamkan Nilai Toleransi melalui Sosialisasi Moderasi Beragama di SMP PGRI 61 Surabaya

ISLAMIC GOOD VIBES: Tanamkan Nilai Toleransi melalui Sosialisasi Moderasi Beragama di SMP PGRI 61 Surabaya

  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lens IDN, Surabaya — Kegiatan sosialisasi moderasi beragama oleh Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur bertajuk “Islamic Good Vibes” dilaksanakan di SMP PGRI 61 Surabaya dengan melibatkan siswa kelas VIII dan IX. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, sikap saling menghargai, serta pemahaman beragama yang moderat sejak usia sekolah. Sosialisasi berlangsung dengan suasana interaktif dan edukatif, sehingga peserta dapat memahami materi dengan lebih mudah dan menyenangkan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran Mata Kuliah Umum (MKU) Agama Islam, yang tidak hanya menekankan pemahaman teori di dalam kelas, tetapi juga mendorong penerapan nilai-nilai keislaman secara nyata di tengah masyarakat. Melalui program ini, peserta diajak untuk memahami pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah yang memiliki keberagaman latar belakang.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dipandu oleh empat orang panitia, yang menyampaikan materi melalui pemaparan singkat, diskusi, serta contoh-contoh kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa. Materi yang disampaikan meliputi pengertian moderasi beragama, pentingnya sikap toleransi, menghargai perbedaan pendapat, serta menghindari perilaku diskriminatif. Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam sesi tanya jawab.

Dr. Taufikurrahman, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pengampu MKU Agama Islam menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peserta didik. “Moderasi beragama merupakan nilai penting yang perlu ditanamkan di masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya memahami ajaran agama secara tekstual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pembelajaran agama akan lebih bermakna ketika disertai dengan praktik langsung di lapangan.

Selain itu, pihak penyelenggara menyampaikan bahwa konsep Islamic Good Vibes diangkat untuk menunjukkan bahwa ajaran Islam mengedepankan nilai kedamaian, kasih sayang, dan keseimbangan. “Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, agar pesan moderasi beragama dapat diterima dengan baik oleh siswa,” kata salah satu panitia kegiatan. Menurutnya, pendekatan yang komunikatif menjadi kunci agar materi tidak terkesan berat atau menggurui.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah dan para siswa. Banyak peserta yang mengaku memperoleh pemahaman baru tentang pentingnya bersikap toleran dan menghargai perbedaan, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. “Sekarang saya jadi lebih paham kalau berbeda pendapat itu wajar dan tidak perlu dipermasalahkan,” ujar salah satu siswa.

Melalui kegiatan Islamic Good Vibes, diharapkan nilai-nilai moderasi beragama dapat tertanam kuat dalam diri peserta didik dan menjadi bekal dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi muda yang berkarakter, berpikir terbuka, serta menjunjung tinggi nilai toleransi dalam keberagaman.

  • Penulis: Novi Pradita Nur Aini, Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur.
  • Editor: Devina

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG-20260331-WA0034

    Vonis untuk Sebuah Kreativitas, Kasus Amsal Sitepu dan Krisis Keadilan Substantif dalam Penegakan Tipikor

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Ramadhan Iman Santoso, S. H., Pegiat di MOEDA Institute. 
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Seorang videografer duduk di kursi terdakwa atas selisih harga jasa Rp 5,9 juta per desa. Pejabat yang menyetujui dan mencairkan anggarannya menjadi saksi. Auditor yang menghitung kerugian negara tak pernah hadir di persidangan. Vonis dijadwalkan 1 April 2026 — dan apa pun hasilnya, ia akan menjadi cermin bagi sistem hukum Indonesia. […]

  • IMG_8915.JPG

    Ardana Pranasta Masuki Ekosistem Konten Gaming, Ikuti Perkembangan Hiburan Digital

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Surabaya — Ardana Pranasta mulai menapaki ruang hiburan digital melalui konten gaming dan livestreaming. Langkah ini menjadi perkembangan baru bagi sosok yang sebelumnya dikenal luas melalui konten “siram-siram love” yang viral pada September 2021. Konten khas tersebut membuat Ardana memperoleh julukan “CEO of Lope-Lope”. Seiring perjalanan waktunya di media sosial, ia kini mulai […]

  • lagu nasional

    Sekjen PSSI Yunus Nusi Desak Aturan Royalti Lagu Nasional Dihapus

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa pemutaran lagu-lagu nasional, termasuk Indonesia Raya, Indonesia Pusaka, hingga Tanah Airku, akan dikenakan biaya royalti. Menurutnya, aturan tersebut tidak masuk akal dan justru mencederai semangat kebangsaan. Yunus menegaskan bahwa para pencipta lagu perjuangan tidak pernah mengharapkan imbalan materi. Lagu-lagu nasional […]

  • IMG-20260311-WA0006

    Longsor Sampah Bantar Gebang Jadi Alarm Pengelolaan Sampah Jakarta, PMII DKI: Bukti Kegagalan Sistem

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) DKI Jakarta mengkritik keras peristiwa longsor sampah yang terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Kejadian ini dinilai sebagai bukti nyata buruknya tata kelola sampah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang hingga hari ini masih mengandalkan metode penumpukan konvensional yang berisiko […]

  • IMG-20260421-WA0012

    Refleksi Hari Kartini di RRI Pro 1, Ketua KOHATI Banjarmasin Soroti Tantangan Struktural dan Kemandirian Ekonomi Perempuan

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Banjarmasin – Memperingati momentum Hari Kartini, Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Banjarmasin menekankan bahwa perjuangan perempuan masa kini telah bergeser dari sekadar akses pendidikan menuju tantangan kemandirian ekonomi dan penghapusan hambatan struktural. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum KOHATI Cabang Banjarmasin, Anisa Razak Khairina, dalam diskusi “NGOBRAS” di RRI Pro 1 Banjarmasin, Senin (20/04) […]

  • presidenri.go.id-23092026220824-6ab3eb6869c954.09444585-e1790176150120

    Prabowo Percepat Pendidikan Gratis, 164 Ribu Sekolah Negeri Jadi Sasaran

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mempercepat rencana penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Indonesia. Arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Pemerintah membahas langkah penerapan pendidikan gratis mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga pendidikan menengah. […]

expand_less