Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Magang KKP di Pengadilan Tipikor Surabaya, Mahasiswa Untag Perdalam Praktik Hukum Pidana Korupsi

Magang KKP di Pengadilan Tipikor Surabaya, Mahasiswa Untag Perdalam Praktik Hukum Pidana Korupsi

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Kam, 5 Feb 2026

Lens IDN, Surabaya Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengikuti program Kuliah Kerja Praktik (KKP) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Program magang ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami proses penanganan perkara korupsi secara nyata, sekaligus memperkuat wawasan hukum pidana khusus di luar bangku perkuliahan.

Program KKP merupakan bagian dari kurikulum akademik Fakultas Hukum Untag Surabaya yang bertujuan menjembatani kesenjangan antara teori hukum dan praktik di lapangan. Pengadilan Tipikor Surabaya dipilih sebagai lokasi magang karena perannya yang strategis dalam memeriksa dan memutus perkara korupsi di wilayah Jawa Timur di bawah naungan Pengadilan Negeri Surabaya.

Belajar Langsung dari Proses Peradilan Tipikor

Selama menjalani magang, mahasiswa tidak hanya mengamati jalannya persidangan, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan administratif peradilan. Aktivitas tersebut meliputi penginputan data perkara melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), pengelolaan dan pengurutan berkas perkara, hingga membantu proses pengiriman dokumen banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya.

Salah satu mahasiswa magang, Rizky Viola Agustin, mengungkapkan bahwa pengalaman magang di Pengadilan Tipikor Surabaya memberikan pemahaman baru yang sebelumnya tidak didapatkan di ruang kelas.

“Pengalaman magang di Pengadilan Tipikor Surabaya sangat bermanfaat. Saya yang awalnya tidak memahami proses penginputan perkara di SIPP, kini menjadi lebih paham. Selain itu, saya juga belajar mengurutkan berkas dengan benar, memahami praktik persidangan secara langsung, serta mengetahui proses pembuatan relaas banding dan kasasi oleh jurusita,” ujarnya.

Mahasiswa juga mendapat bimbingan langsung dari aparatur pengadilan, termasuk panitera muda Tipikor, yang memberikan arahan terkait administrasi perkara dan alur persidangan tindak pidana korupsi.

WhatsApp Image 2026-02-05 at 22.22.23

 Rizky Viola Agustin, Mahasiswi UNTAG di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Foto: Dok/Ist).

Memahami Hukum Pidana Korupsi Secara Komprehensif

Melalui program magang ini, mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya memperoleh pemahaman mendalam mengenai tindak pidana korupsi, mulai dari tahap pemeriksaan, pembuktian, hingga pembacaan putusan. Pengadilan Tipikor Surabaya sendiri menangani berbagai perkara korupsi yang melibatkan penyelenggara negara maupun pihak swasta yang merugikan keuangan negara.

Mahasiswa juga mempelajari secara langsung penerapan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, termasuk bentuk-bentuk korupsi seperti suap, gratifikasi, dan penggelapan dalam jabatan.

Pengalaman tersebut menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya integritas, profesionalitas, serta peran hukum dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Luaran Akademik dan Penguatan Kompetensi Mahasiswa

Hasil dari kegiatan magang ini dituangkan dalam laporan KKP yang menjadi bagian dari penilaian akademik dan dipresentasikan di hadapan dosen penguji. Selain meningkatkan pemahaman substantif hukum pidana korupsi, mahasiswa juga memperoleh berbagai soft skill, seperti etika profesional, manajemen arsip perkara, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan lembaga peradilan.

Pelaksanaan KKP ini sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong mahasiswa untuk memiliki pengalaman praktis sebagai bekal memasuki dunia kerja, khususnya di bidang hukum.

Melalui magang di Pengadilan Tipikor Surabaya, Fakultas Hukum Untag Surabaya menegaskan komitmennya dalam mencetak calon sarjana hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan praktik hukum di dunia nyata.

  • Penulis: Azkatia
Tags

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkeu Purbaya Akui Gajinya Turun Dibanding Saat Pimpin LPS: “Gengsi Lebih Tinggi, Tapi Gaji Lebih Kecil”

    Menkeu Purbaya Akui Gajinya Turun Dibanding Saat Pimpin LPS: “Gengsi Lebih Tinggi, Tapi Gaji Lebih Kecil”

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa secara blak-blakan mengungkapkan perbedaan signifikan antara gaji yang diterimanya saat ini dengan penghasilannya ketika masih menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Menurut Purbaya, gajinya sebagai Menkeu justru lebih rendah meskipun tanggung jawab yang diemban jauh lebih besar. “LPS itu juga lembaga penting, […]

  • Publicity Photo 7

    JessC Rilis Single Terbaru “Expose”, Ajak Pendengar Berani Ungkap Kebenaran dan Raih Penghargaan Musik Internasional

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Australia – Penyanyi asal Malaysia yang kini menetap di Australia, JessC, kembali menarik perhatian industri musik Asia dengan perilisan single terbarunya berjudul “Expose”. Lagu ini menjadi simbol keberanian dan kejujuran, mengajak pendengarnya untuk menyingkap kepalsuan dan menghadapi kebenaran di tengah dunia modern yang penuh tipu daya. Setelah sukses dengan lagu-lagu seperti “Satu Suara […]

  • 2519WhatsApp_Image_2025-12-09_at_4.42.41_AM

    WNI Sambut Kedatangan Presiden Prabowo di Islamabad dengan Angklung, Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia–Pakistan

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Pakistan – Penyambutan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Islamabad, Pakistan, pada Senin (8/12/2025) berlangsung meriah dan penuh nuansa kebangsaan. Selain seremoni kehormatan resmi dari Pemerintah Pakistan, momen tersebut turut dimeriahkan oleh partisipasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang menampilkan musik angklung dan lagu-lagu perjuangan saat Presiden tiba di hotel tempatnya bermalam. Penampilan angklung […]

  • WhatsApp Image 2026-01-06 at 20.50.01

    Diprediksi Sebelum Memilih, Ketika Algoritma Tahu Kita Lebih Dari Diri Sendiri

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Algoritma pemasaran modern tidak hanya memantau apa yang Anda klik atau beli. Mereka mengumpulkan data dari setiap interaksi digital Anda, durasi Anda menatap suatu gambar, kecepatan scrolling, bahkan pola napas saat menggunakan perangkat yang terhubung dengan sensor. Di balik layar, perusahaan teknologi dan pemasar membangun citra digital yang begitu akurat tentang […]

  • 480678341_622685183955961_5990746406316097323_n

    Konklusi Problematika Indonesia dari Bung Hatta

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Teruntuk pahlawan saya, Muhammad Hatta. Saya mengucapkan rasa syukur tiada batasnya atas tercapainya sebuah cita-cita yang telah lama diimpikan oleh para leluhur kita, yakni dengan terbebasnya kita dari penjajahan kolonialisme dan berdirinya sebuah negara kesatuan yang berdaulat di seluruh Nusantara. Tidak lupa pula saya juga berterimakasih sebesar-besarnya kepada tiap-tiap pahlawan, baik […]

  • WhatsApp Image 2026-01-08 at 10.33.23

    Menyoal Pilkada Tak Langsung: Sesat Pikir Mengobati Demokrasi

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Wacana mengembalikan pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke tangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali hadir dalam ruang publik kita. Gagasan ini muncul dengan premis penyelamatan: menekan ongkos politik yang kian tak masuk akal, meredam polarisasi akar rumput, serta memangkas praktik politik uang yang masif. Sekilas, argumen tersebut tampak logis sebagai respons […]

expand_less