Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mahasiswa KKN-T IBDU 3 UNDIP Serahkan Peta Sebaran Kesenian, Kebun Kopi, dan Potensi Wisata Desa Wates kepada Kepala Desa Wates

Mahasiswa KKN-T IBDU 3 UNDIP Serahkan Peta Sebaran Kesenian, Kebun Kopi, dan Potensi Wisata Desa Wates kepada Kepala Desa Wates

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month 4 jam yang lalu

Lens IDN, WATES Peta berjudul “Peta Persebaran Kesenian, Kebun Kopi, dan Potensi Wisata Desa Wates” tersebut secara resmi diserahkan kepada Kepala Desa Wates sebagai salah satu luaran Program Kerja Multidisiplin 2 mahasiswa KKN-T IBDU 3 UNDIP, bertempat di Balai Desa Wates.

Sebuah peta tidak sekadar menggambarkan wilayah, tetapi juga dapat menjadi media untuk mengenali dan melestarikan kekayaan budaya serta potensi ekonomi sebuah desa. Pemikiran itulah yang mendasari penyusunan peta tematik yang disusun oleh Mega Dwi Irianti, mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, sebagai bagian dari program kerja multidisiplin KKN-T IBDU 3 UNDIP di Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Peta ini memetakan sebaran kesenian tradisional, kebun kopi, dan potensi wisata desa, sekaligus menjadi bagian dari program kerja dengan tema “Pengembangan Desa Wisata Budaya Desa Wates Berbasis Seni Lokal yang Berkelanjutan”. Program ini merupakan implementasi nyata dari SDG 11: Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), khususnya dalam upaya memperkuat pelestarian budaya lokal serta mendorong pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata desa secara berkelanjutan.

Kesenian Tradisional di Tiga Dusun
Peta yang disusun mahasiswa menandai sebaran kesenian tradisional di tiga dusun utama, yaitu Dusun Sranti, Dusun Banaran, dan Dusun Deplongan, dengan simbol warna berbeda untuk setiap dusun sehingga konsentrasi kesenian di masing-masing wilayah dapat terlihat jelas.

Di Dusun Sranti, tercatat kesenian Soreng, Topeng Ireng, Warok, Reog, dan Ketoprak yang masing-masing memiliki sejarah dan masa perkembangan berbeda. Soreng merupakan pengembangan dari kesenian Prajuritan yang menggambarkan kegagahan pasukan Haryo Penangsang dengan gerakan lebih atraktif dan kostum lebih bervariasi.

Topeng Ireng mulai berkembang sekitar tahun 2018–2019 setelah terinspirasi kesenian rakyat Magelang, sementara Warok tumbuh pada periode yang sama dengan mengadaptasi gaya Temanggung yang lebih modern. Sebagian kesenian, seperti Soreng dan Reog, masih aktif dipentaskan dalam berbagai kegiatan budaya termasuk tradisi Saparan, sementara Ketoprak sudah tidak aktif lagi karena tidak adanya generasi penerus.

Dusun Banaran memiliki kesenian khasnya sendiri, yaitu Prajuritan, yang menggambarkan kisah peperangan Haryo Penangsang serta perjuangan Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah.

Kesenian ini memiliki pakem pertunjukan yang khas, melibatkan 21 orang penari laki-laki dan perempuan dari kalangan remaja yang menampilkan gerakan tari bernuansa keprajuritan secara serentak dan penuh semangat. Selain Prajuritan, terdapat pula Topeng Ireng Dewa Muda, yang memadukan unsur tari, musik, dan kostum atraktif dengan iringan musik yang terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan bagi generasi muda.

Dusun Banaran juga memiliki kesenian Warok, yang menampilkan sosok kesatria melalui gerakan tari tegas dan penuh tenaga, diiringi alunan gamelan serta kostum hitam khasnya yang menjadi ciri kekuatan dan kewibawaan sang tokoh. Ketiga kesenian ini menjadi identitas budaya yang terus dijaga dan diwariskan oleh masyarakat Dusun Banaran hingga saat ini.

Sementara itu, Dusun Deplongan dikenal dengan kekayaan kesenian rakyat yang beragam, di antaranya Kuda Lumping Satrio Turonggo Putra yang menampilkan atraksi tari kuda lumping dengan iringan musik dan unsur magis khas kesenian rakyat Jawa.

Selain itu terdapat pula kesenian Warok Lanang dan Warok Putri yang menggambarkan sosok penjaga dengan gerakan tari kuat dan berwibawa, serta kesenian Leak dan Jaranan Masal yang turut memperkaya khazanah pertunjukan rakyat di dusun ini. Tak ketinggalan, tokoh Nyi Kunti menjadi bagian penting dalam cerita rakyat setempat yang kerap dikaitkan dengan unsur mistis dalam berbagai pementasan kesenian di Dusun Deplongan. Keragaman kesenian ini menjadikan Dusun Deplongan sebagai salah satu pusat kekayaan budaya lokal di Desa Wates yang masih terus dilestarikan oleh warganya.

Potensi Kebun Kopi dan Wisata Desa
Selain aspek kesenian, peta ini juga menandai lokasi kebun kopi di beberapa titik desa, lengkap dengan kajian awal karakteristik tanah untuk budidaya kopi.

Hasil kajian menunjukkan tingkat salinitas tanah tergolong rendah dengan pH berkisar 6,4 hingga 7,6 — kondisi yang secara umum masih mendukung pertumbuhan tanaman kopi, meski perlu perhatian khusus pada lokasi dengan pH di atas 7. Titik kebun stroberi, peternakan sapi, serta Taman Makam Pahlawan turut ditandai sebagai potensi wisata tambahan Desa Wates.

Dilengkapi QR Code sebagai Media Informasi Digital

Peta hasil pemetaan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) ini disajikan dalam bentuk figura dan dilengkapi QR Code yang terhubung langsung ke informasi digital. Peta dicetak dan dipasang pada plang yang telah tersedia di depan Balai Desa Wates, sehingga dapat diakses dengan mudah oleh Pemerintah Desa, masyarakat, maupun pengunjung.

Kepala Desa Wates menyambut baik peta ini dan berharap keberadaannya dapat menjadi media informasi yang membantu masyarakat mengenali potensi wilayah, sekaligus mendukung pelestarian kesenian lokal serta pengembangan potensi kebun kopi dan wisata desa secara berkelanjutan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T IBDU 3 UNDIP berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi Desa Wates dalam mendukung pencapaian SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya pada upaya memperkuat upaya untuk melindungi dan menjaga warisan budaya dan alam dunia, sekaligus membuka jalan bagi pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2143WhatsApp_Image_2025-12-09_at_4.41.42_AM

    Presiden Prabowo Disambut Seremoni Militer di Pakistan, Tandai 75 Tahun Hubungan Diplomatik RI–Pakistan

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Islamabad – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Islamabad, Pakistan, pada Senin (8/12/2025) sekitar pukul 12.00 waktu setempat, dalam rangka memenuhi undangan resmi Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Kunjungan kenegaraan ini menjadi momen penting dalam penguatan hubungan strategis antara Indonesia dan Pakistan yang telah terjalin selama 75 tahun. Presiden Prabowo beserta rombongan […]

  • WhatsApp Image 2025-12-30 at 14.51.34

    Alhabib Abdullah Alhabsyi: Haul Abah Guru Sekumpul 5 Rajab Jadi Salah Satu Haul Terbesar di Dunia, Dihadiri Jutaan Jamaah

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kalimantan Selatan – Peringatan Haul Abah Guru Sekumpul yang dikenal luas sebagai momen 5 Rajab kembali mencatat sejarah sebagai salah satu kegiatan keagamaan terbesar di dunia. Hal tersebut disampaikan oleh Alhabib Abdullah Alhabsyi, yang menilai haul ini bukan hanya berskala nasional, tetapi telah mencapai kapasitas internasional, baik dari jumlah jamaah maupun sebaran tamu […]

  • KKN Tematik FKIK Unkhair Bersama Genre Maluku Utara Sosialisasikan Nilai Gizi di SMPN 10 Kota Ternate

    KKN Tematik FKIK Unkhair Bersama Genre Maluku Utara Sosialisasikan Nilai Gizi di SMPN 10 Kota Ternate

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Ternate – Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Khairun (Unkhair) menggandeng Generasi Berencana (Genre) Maluku Utara dalam menggelar sosialisasi bertema “Pentingnya Gizi Seimbang bagi Remaja” di SMP Negeri 10 Kota Ternate, Kamis 24 Juli 2025. Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan […]

  • WhatsApp Image 2025-11-28 at 12.06.36

    Plakat Desa Batah Timur Berbahan Ecobrik, Inovasi Lingkungan Bernilai Edukatif

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Bangkalan – Program kerja pembuatan plakat nama Desa Batah Timur menjadi wujud kontribusi nyata dalam memperindah lingkungan sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah berbasis ecobrik. Plakat yang kini terpasang di kawasan desa tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penanda identitas wilayah, tetapi juga merepresentasikan komitmen warga terhadap pelestarian lingkungan. Keunikan plakat terletak pada […]

  • Bagaimana Cara Kerja “Bratayuda”? Bra Cerdas Ini Analisis Data Biometrik untuk Lawan Kanker Payudara

    Bagaimana Cara Kerja “Bratayuda”? Bra Cerdas Ini Analisis Data Biometrik untuk Lawan Kanker Payudara

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Denpasar – Di balik nama “Bratayuda”, sebuah inovasi bra pintar (smart bra) dari mahasiswa Universitas Udayana, terdapat sebuah sistem teknologi canggih yang bekerja layaknya detektif medis. Pertanyaannya, bagaimana sebuah pakaian dalam bisa mendeteksi penyakit serius seperti kanker payudara? Jawabannya terletak pada analisis data biometrik yang presisi. Proyek yang menjanjikan ini tidak berjalan sendiri. […]

  • Kekuasaan Bukan untuk Menindas, Tapi Menjaga Martabat Rakyat

    Kekuasaan Bukan untuk Menindas, Tapi Menjaga Martabat Rakyat

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Dalam negara demokratis, kekuasaan idealnya digunakan untuk melayani rakyat, bukan sebaliknya. Fungsi utama kekuasaan adalah menjamin keadilan, melindungi hak-hak dasar warga negara, serta menjaga martabat kemanusiaan. Namun dalam praktiknya, kekuasaan sering kali menyimpang dari prinsip-prinsip tersebut. terutama ketika kritik rakyat dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas negara. Tragedi demonstrasi yang terjadi pada […]

expand_less