Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Harapan dan Tantangan Pertanian Masa Depan Kecerdasan Buatan

Harapan dan Tantangan Pertanian Masa Depan Kecerdasan Buatan

  • account_circle Devina
  • calendar_month Sel, 5 Mei 2026

Lens IDN, Kolom – Bayangkan seorang petani di pelosok Kalimantan yang tidak perlu lagi bangun subuh untuk memeriksa kelembapan tanah atau kadar CO₂ di dalam greenhouse-nya. Sebuah perangkat kecil seukuran telapak tangan  tertancap di sudut kebun, secara otomatis membaca kondisi lingkungan, memproses data, dan mengaktifkan sistem irigasi tanpa menunggu perintah manusia. Inilah janji besar dari apa yang kini disebut para ilmuwan sebagai Artificial Intelligence of Things (AIoT) untuk pertanian cerdas.

Namun di balik janji itu, ada masalah nyata yang selama ini menghambat. Masalah yang Terlalu Lama Diabaikan yaitu pertanian. Pertanian Indonesia  dan pertanian di negara berkembang pada umumnya menghadapi tantangan ganda yang saling memperburuk: inefisiensi sumber daya dan keterbatasan infrastruktur digital. Penggunaan air yang boros, pemupukan yang tidak tepat sasaran, serta keterlambatan deteksi hama telah menggerus produktivitas selama puluhan tahun.

Solusi berbasis teknologi memang sudah hadir. Sensor-sensor IoT mulai dipasang di ladang, kamera drone terbang memantau hamparan sawah. Tetapi ada masalah mendasar yang jarang dibicarakan: semua data itu harus dikirim ke server cloud di kota besar untuk diproses. Di daerah terpencil dengan sinyal internet yang tidak stabil, pendekatan ini sama sekali tidak praktis. Ketika hasil panen terancam, petani tidak bisa menunggu data bolak-balik dari pusat data di Jakarta.

Lebih jauh lagi, solusi yang ada di pasaran umumnya dirancang untuk perangkat keras mahal dan bertenaga tinggi  yang jelas tidak terjangkau bagi mayoritas petani kecil di Asia Tenggara. Riset-riset terdahulu pun sering kali hanya diuji dalam simulasi komputer, bukan di ladang sungguhan dengan lumpur, angin, dan hujan yang sesungguhnya.

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Computers and Electrical Engineering (2026) menawarkan pendekatan yang lebih membumi. Tim peneliti dari University of Sydney dan Chuzhou Polytechnic merancang sistem AIoT yang justru mengutamakan kecerdasan di tepi jaringan (edge intelligence) artinya, perangkat kecil di lapangan itu sendiri yang melakukan analisis data, tanpa harus bergantung pada koneksi internet yang andal.

Yang menarik, sistem ini menggunakan mikrokontroler murah seperti Arduino dan STM32  perangkat yang harganya kurang dari beberapa ratus ribu rupiah  namun mampu menjalankan model pembelajaran mesin (machine learning) secara real-time. Dengan model Random Forest yang dioptimalkan, akurasi prediksi kondisi lingkungan pertanian mencapai hingga 92 persen, bahkan pada perangkat dengan memori hanya 48 KB.

Untuk mengatasi masalah koneksi di daerah pelosok, penelitian ini memadukan dua teknologi komunikasi jarak jauh: LoRa (hemat daya, jangkauan luas) dan NB-IoT (lebih andal untuk data kritis). Sistem secara otomatis memilih jalur komunikasi yang paling tepat sesuai kondisi jaringan dan tingkat urgensi data sebuah mekanisme adaptif yang terbukti mengurangi latensi rata-rata hingga di bawah 400 milidetik.

Keamanan data pun tidak dilupakan. Sistem ini terbukti mampu menangkal serangan siber umum seperti Denial-of-Service dan Man-in-the-Middle dengan lapisan enkripsi ringan yang tidak membebani perangkat berdaya rendah. Bagi Indonesia yang sedang gencar mendorong transformasi digital di sektor pertanian, temuan ini sangat relevan. Kita tidak perlu menunggu infrastruktur internet desa sempurna untuk memulai. Kecerdasan bisa, dan seharusnya, hadir langsung di ujung cangkul  di sensor yang tertancap di tanah, di node yang menempel di dinding greenhouse.

Tentu, adopsi teknologi ini membutuhkan lebih dari sekadar perangkat keras. Dibutuhkan pelatihan petani, dukungan kebijakan, dan ekosistem riset-industri yang lebih erat. Penelitian ini membuktikan bahwa secara teknis, hambatan terbesar telah dapat diatasi.

Kini giliran kita  para pemangku kebijakan, pelaku industri, dan akademisi  untuk memastikan inovasi ini tidak berhenti di halaman jurnal ilmiah, melainkan benar-benar turun ke ladang.

Sumber Penelitian: Li, L., Liu, C.Z., Cao, K., Zhou, Z., & Alrowaily, M. (2026). Artificial Intelligence of Things for Smart Agriculture with Optimal Embedded Edge Intelligence. Computers and Electrical Engineering, 133, 111039.

 

*) Penulis adalah Wiwik Endang Lestari. Mahasiswa Magister Teknologi Informasi di Universitas Pamulang.

  • Penulis: Devina

Rekomendasi Untuk Anda

  • Publicity Photo 7

    JessC Rilis Single Terbaru “Expose”, Ajak Pendengar Berani Ungkap Kebenaran dan Raih Penghargaan Musik Internasional

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Australia – Penyanyi asal Malaysia yang kini menetap di Australia, JessC, kembali menarik perhatian industri musik Asia dengan perilisan single terbarunya berjudul “Expose”. Lagu ini menjadi simbol keberanian dan kejujuran, mengajak pendengarnya untuk menyingkap kepalsuan dan menghadapi kebenaran di tengah dunia modern yang penuh tipu daya. Setelah sukses dengan lagu-lagu seperti “Satu Suara […]

  • WhatsApp Image 2026-01-26 at 12.15.55

    JKSN DIY Dorong Kepemimpinan Visioner KH. Asep Saifuddin Chalim untuk Menjaga Marwah dan Moderasi Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Yogyakarta – Menjelang penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 mendatang, wacana tentang arah dan kualitas kepemimpinan jam’iyyah kembali mengemuka. Di tengah perubahan sosial yang cepat, arus globalisasi, digitalisasi dakwah, serta penetrasi ideologi transnasional, NU dihadapkan pada tantangan besar untuk tetap menjaga marwah keulamaan dan perannya sebagai penopang moderasi Islam di Indonesia. Dalam konteks […]

  • IMG-20260421-WA0050

    Lebih dari 1.000 Siswa Ikuti Edukasi dan Pemeriksaan Gigi Gratis oleh Andalan Dental Aesthetic di Siak Hulu

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Siak Hulu — Lebih dari 1.000 siswa bersama 98 guru di SMPN 4 Siak Hulu berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut yang diselenggarakan oleh Andalan Dental Aesthetic, sebuah klinik dokter gigi di Pekanbaru. Kegiatan ini menarik perhatian karena menghadirkan kombinasi edukasi, praktik langsung, serta pemeriksaan gigi gratis dalam skala besar di […]

  • Riset Anti-Pembajakan Film Lanjut ke Bandung, Bertepatan Peringatan 80 Tahun Kemerdekaan

    Riset Anti-Pembajakan Film Lanjut ke Bandung, Bertepatan Peringatan 80 Tahun Kemerdekaan

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Bandung – Bertepatan dengan perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, riset nasional untuk memerangi pembajakan film kembali digelar, kali ini di Kota Bandung. Kegiatan bertajuk “Literasi Digital Anti Pembajakan” ini berlangsung di CWS BRIN, Komplek LIPI, dipimpin oleh Dr. Daniel Susilo, Associate Professor dan Peneliti Tamu di INTI International University Malaysia, dengan dukungan penuh […]

  • IMG-20251231-WA0009

    Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Sukabumi Tekankan Objektivitas Panja Wakaf dan Jaga Manfaat Wakaf untuk Umat

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Sukabumi – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Sukabumi, Taufik Muhammad Guntur, menegaskan pentingnya menjaga objektivitas dalam pembahasan dan rekomendasi Panitia Kerja (Panja) Wakaf. Ia mengingatkan agar proses pengawasan legislatif tidak bergeser menjadi narasi politis yang berpotensi mengaburkan tujuan utama wakaf sebagai instrumen kemaslahatan umat. Menurut Taufik, kerja Panja Wakaf sebagai bagian dari […]

  • WhatsApp Image 2025-12-09 at 21.38.50

    Safari Dakwah Alhabib Abdullah Alhabsyi di Kalsel–Kaltim Dukung Program 1.000 Rumah Tahfidz Gratis

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Banjarmasin – Alhabib Abdullah Alhabsyi dijadwalkan akan melaksanakan Safari Dakwah ke Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur dalam rangkaian kegiatan keagamaan yang mengusung misi besar membangun dan menyejahterakan 1.000 Rumah Tahfidz Gratis di seluruh Indonesia. Agenda dakwah ini akan berlangsung mulai 21 Desember 2025 hingga 20 Januari 2026. Safari dakwah ini diselenggarakan oleh Tim […]

expand_less