Analisis Word of Mouth dalam Meningkatkan Minat Beli Konsumen pada Produk Dispenser Reverse Osmosis Advance di Puri Indah Mall
- account_circle Devina
- calendar_month 2 jam yang lalu

Alya Dian Cahyani, Mahasiswi Universitas Pamulang. (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, Kolom – Perkembangan industri retail di Indonesia mengalami perubahan yang sangat pesat seiring dengan kemajuan teknologi dan digitalisasi. Saat ini, konsumen tidak hanya melakukan pembelian secara langsung di toko fisik, tetapi juga memanfaatkan berbagai platform digital untuk mencari informasi sebelum memutuskan membeli suatu produk. Perubahan perilaku tersebut membuat perusahaan harus mampu menyesuaikan strategi pemasaran agar tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat.
Salah satu strategi pemasaran yang masih memiliki pengaruh besar terhadap keputusan konsumen adalah Word of Mouth (WOM). Strategi ini merupakan komunikasi yang terjadi ketika seseorang memberikan informasi, pengalaman, maupun rekomendasi mengenai suatu produk kepada orang lain. Berbeda dengan iklan yang dibuat oleh perusahaan, informasi yang berasal dari pengalaman nyata pengguna cenderung lebih dipercaya sehingga mampu memengaruhi persepsi dan minat beli calon konsumen.
Dalam era digital, Word of Mouth tidak lagi terbatas pada komunikasi secara langsung. Media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, hingga marketplace menjadi sarana penyebaran informasi yang sangat cepat. Melalui platform tersebut, konsumen dapat membaca ulasan, melihat pengalaman pengguna lain, serta berinteraksi langsung dengan perusahaan maupun pelanggan yang telah menggunakan produk. Kondisi ini menjadikan media sosial sebagai salah satu media yang efektif dalam membangun kepercayaan konsumen sekaligus meningkatkan minat beli.
Penelitian ini dilakukan pada produk Dispenser Reverse Osmosis Advance di Puri Indah Mall dengan tujuan mengetahui bagaimana Word of Mouth berperan dalam meningkatkan minat beli konsumen. Produk dispenser Reverse Osmosis dipilih karena termasuk produk yang memerlukan pertimbangan cukup matang sebelum dibeli, mengingat berkaitan dengan kesehatan, kualitas air minum, serta investasi jangka panjang bagi rumah tangga maupun perkantoran.
Pembahasan
Berdasarkan hasil observasi, Advance memanfaatkan berbagai media digital sebagai sarana penyebaran informasi kepada konsumen, antara lain Instagram, TikTok, TikTok Shop, dan Shopee. Platform tersebut digunakan untuk memperkenalkan produk, memberikan edukasi mengenai teknologi Reverse Osmosis, menampilkan promosi, serta membangun komunikasi dengan calon pelanggan. Kehadiran media sosial memberikan kemudahan bagi konsumen dalam memperoleh informasi mengenai produk sebelum melakukan pembelian.
Selain digunakan sebagai media promosi, media sosial juga menjadi tempat munculnya berbagai komentar, ulasan, dan testimoni pelanggan. Berdasarkan hasil pengamatan, terdapat konsumen yang memberikan tanggapan positif mengenai produk, menanyakan harga, lokasi pembelian, hingga cara pemasangan dispenser. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai sarana komunikasi dua arah antara perusahaan dengan konsumen sekaligus membentuk digital word of mouth. Semakin banyak pengalaman positif yang dibagikan, semakin besar pula peluang meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap produk tersebut.
Hasil wawancara dengan Sales Manager Advance menunjukkan bahwa perusahaan menggunakan beberapa media utama dalam menyampaikan informasi kepada calon pelanggan, yaitu demonstrasi produk secara langsung, WhatsApp beserta katalog digital, serta kegiatan live demo di toko maupun event tertentu. Demonstrasi langsung dinilai menjadi cara yang paling efektif karena calon konsumen dapat melihat secara nyata proses penyaringan air menggunakan teknologi Reverse Osmosis sehingga lebih yakin terhadap kualitas produk yang ditawarkan.
Selain demonstrasi produk, perusahaan juga secara rutin membagikan testimoni pelanggan yang telah menggunakan dispenser Reverse Osmosis Advance. Pengalaman nyata pelanggan dianggap lebih mudah dipercaya oleh calon pembeli dibandingkan penjelasan dari perusahaan. Testimoni tersebut kemudian dibagikan melalui media sosial, WhatsApp, maupun digunakan sebagai materi presentasi kepada calon pelanggan sehingga dapat meningkatkan kepercayaan terhadap produk.
Berdasarkan hasil wawancara, sebagian besar pelanggan bersedia merekomendasikan produk Advance kepada orang lain karena telah merasakan manfaat secara langsung. Mereka menilai kualitas air yang dihasilkan lebih baik, biaya penggunaan lebih hemat dalam jangka panjang, pelayanan purna jual memuaskan, serta adanya garansi dan dukungan teknisi yang mudah diakses. Pengalaman positif tersebut mendorong pelanggan untuk menceritakan pengalamannya kepada keluarga, teman, maupun kerabat sehingga secara tidak langsung membantu perusahaan memperoleh calon pelanggan baru.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang membuat konsumen lebih memilih produk Dispenser Reverse Osmosis Advance dibandingkan produk sejenis. Faktor-faktor tersebut meliputi kualitas sistem filtrasi Reverse Osmosis, biaya perawatan yang transparan, layanan purna jual, desain produk yang modern, serta kepercayaan terhadap merek Advance. Keunggulan tersebut menjadi alasan utama konsumen dalam menentukan pilihan setelah memperoleh informasi dari berbagai sumber.
Sebelum melakukan pembelian, mayoritas konsumen terlebih dahulu mencari informasi melalui TikTok, marketplace, maupun bertanya kepada teman atau keluarga yang telah menggunakan produk tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku konsumen saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh promosi perusahaan, tetapi juga oleh pengalaman pengguna lain yang dianggap lebih objektif dan terpercaya.
Hasil penelitian membuktikan bahwa Word of Mouth memiliki peran penting dalam meningkatkan minat beli konsumen. Semakin banyak rekomendasi positif yang diterima calon pembeli, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan mereka terhadap produk. Sebaliknya, apabila informasi yang diterima kurang lengkap atau didominasi pengalaman negatif, minat beli konsumen dapat menurun. Oleh karena itu, perusahaan perlu menjaga kualitas produk, memberikan pelayanan terbaik, serta membangun hubungan yang baik dengan pelanggan agar tercipta pengalaman positif yang mendorong munculnya Word of Mouth secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Word of Mouth merupakan salah satu strategi pemasaran yang efektif dalam meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk Dispenser Reverse Osmosis Advance di Puri Indah Mall. Penyebaran informasi melalui media sosial, rekomendasi pelanggan, testimoni, serta pengalaman penggunaan produk terbukti mampu membangun kepercayaan calon konsumen sebelum melakukan pembelian.
Bagi perusahaan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pemasaran tidak hanya ditentukan oleh aktivitas promosi, tetapi juga oleh kualitas produk, pelayanan, dan kepuasan pelanggan. Konsumen yang memperoleh pengalaman positif akan menjadi sumber rekomendasi yang berharga bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu terus meningkatkan kualitas produk, pelayanan, serta komunikasi dengan pelanggan agar Word of Mouth yang positif dapat terus berkembang dan memberikan dampak terhadap peningkatan minat beli konsumen.
*) Penulis adalah Alya Dian Cahyani, Mahasiswi Universitas Pamulang.
- Penulis: Devina

