Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Mentan Amran Respons Keluhan Petani dan Peternak, Bulog Diminta Terima Jagung dengan Kadar Air 20 Persen

Mentan Amran Respons Keluhan Petani dan Peternak, Bulog Diminta Terima Jagung dengan Kadar Air 20 Persen

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lens IDN, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespons langsung berbagai keluhan petani dan peternak dalam dialog terbuka di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (27/10). Persoalan yang dibahas meliputi penyerapan jagung oleh Perum Bulog, kebutuhan alat pengering saat musim hujan, harga kambing, hingga persaingan usaha di sektor peternakan unggas.

Dalam pertemuan tersebut, Amran meminta jajaran terkait menindaklanjuti setiap persoalan yang disampaikan. Ia menegaskan pemerintah harus hadir memberikan solusi agar petani dan peternak dapat mempertahankan keberlangsungan usaha mereka.

Perhatian tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Kendal, Suwardi. Ia bahkan menyebut Amran sebagai “Bapak Peternak Indonesia” karena dinilai memberikan perhatian terhadap kondisi peternak yang sedang menghadapi tekanan usaha.

“Sudah tujuh bulan kami terpuruk. Pak Menteri sudah hebat, sudah maksimal untuk membela kami karena beliau adalah bapak kami semua peternak Indonesia,” kata Suwardi.

Menanggapi berbagai aspirasi itu, Amran meminta jajaran teknis, Bulog, dan satuan tugas terkait untuk mengawal penyelesaian masalah secara konkret, bukan sekadar mencatat keluhan.

“Kami tidak akan biarkan kalian sendiri,” tegas Amran.

Mentan Amran Minta Bulog Terima Jagung dengan Kadar Air 20 Persen

Salah satu persoalan yang mencuat dalam dialog tersebut adalah kesulitan petani jagung di Lampung dalam menjual hasil panen ke Bulog.

Petani mengungkapkan bahwa kebijakan penyerapan jagung dengan harga Rp5.500 per kilogram sebelumnya mendorong peningkatan minat tanam. Namun, persyaratan kualitas, terutama kadar air dan kandungan aflatoksin, menjadi tantangan bagi petani yang belum memiliki fasilitas pengering memadai.

Sebagian petani masih menjual jagung dalam kondisi kering panen. Untuk memenuhi standar jagung kering simpan, mereka membutuhkan fasilitas pascapanen yang tidak selalu tersedia di tingkat kelompok tani.

Menanggapi persoalan tersebut, Amran meminta Bulog memperjelas ketentuan penerimaan jagung dan menyosialisasikannya kepada seluruh jajaran agar petani memperoleh kepastian mengenai persyaratan penyerapan.

“Pak Dirut Bulog, sampaikan seluruh Indonesia. Kadar air 20 persen diterima,” ujar Amran.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian dalam upaya memperlancar penyerapan hasil panen. Meski demikian, ketentuan teknis secara lengkap, termasuk persyaratan aflatoksin, perlu dipastikan melalui pedoman resmi Bulog agar petani memahami standar yang berlaku.

Kementan Siapkan Tambahan 100 Unit Pengering Jagung

Selain akses pasar, keterbatasan fasilitas pengering juga menjadi kendala yang dihadapi petani, terutama saat memasuki musim hujan.

Peternak dari Blitar Selatan menyampaikan kebutuhan alat pengering jagung untuk membantu proses pascapanen. Kadar air yang tinggi dapat menyulitkan penyimpanan dan berpotensi menurunkan kualitas hasil panen apabila penanganannya tidak memadai.

Menanggapi aspirasi itu, Amran meminta fasilitas pengering yang tersedia di Bulog dan Kementerian Pertanian dioptimalkan. Ia menyebut terdapat 89 unit pengering yang telah tersebar di kelompok tani.

Selain mengoptimalkan fasilitas yang ada, Amran meminta jajaran terkait menyiapkan tambahan 100 unit pengering pada tahun berikutnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu petani menjaga kualitas jagung, mengurangi kendala pascapanen, dan memperbesar peluang hasil produksi memenuhi standar penyerapan.

Amran menegaskan, keberhasilan program pemerintah harus terlihat dari manfaat yang dirasakan langsung oleh petani.

“Yang bagus tidak pidato, tapi ada bantuan,” ujarnya.

Harga Kambing Belum Membaik, Persoalan Impor Ikut Disorot

Keluhan lain datang dari peternak kambing yang mengaku menghadapi harga jual yang belum membaik selama tiga tahun. Situasi tersebut menambah tekanan terhadap usaha peternakan, terutama ketika biaya produksi tetap harus ditanggung.

Amran meminta jajaran terkait mengevaluasi persoalan impor kambing dan bahan baku pakan konsentrat. Menurutnya, kebijakan impor perlu memperhatikan kemampuan produksi peternak dalam negeri agar usaha lokal tetap memiliki akses terhadap pasar.

“Selama Anda bisa produksi, enggak boleh (impor) masuk ke wilayah Indonesia. Itu prinsipnya kita bernegara,” tegasnya.

Persoalan tersebut berkaitan dengan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan pasar dan perlindungan terhadap keberlangsungan usaha peternak lokal. Evaluasi kebijakan perlu mempertimbangkan ketersediaan pasokan, kebutuhan konsumen, harga, serta kapasitas produksi dalam negeri.

Peternak Unggas Minta Persaingan Usaha Lebih Seimbang

Di sektor unggas, peternak menyampaikan aspirasi mengenai persaingan usaha antara peternak rakyat dan perusahaan integrator. Mereka meminta pemerintah meninjau aturan kemitraan agar peternak rakyat tetap memiliki kesempatan menjalankan usaha budidaya secara berkelanjutan.

Peternak menilai persaingan dalam rantai usaha yang mencakup berbagai tahapan, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pemasaran, membutuhkan aturan yang memberikan kepastian bagi seluruh pelaku usaha.

Menanggapi hal tersebut, Amran meminta jajaran terkait menindaklanjuti persoalan yang berkaitan dengan kebijakan dan regulasi. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi peternak rakyat untuk tetap berpartisipasi dalam industri unggas nasional.

Aspirasi yang disampaikan menunjukkan bahwa tantangan peternakan tidak hanya berkaitan dengan harga jual, tetapi juga biaya produksi, akses pasar, pola kemitraan, dan kepastian regulasi.

Bulog Diminta Perkuat Penyerapan Telur

Amran juga menyoroti kondisi harga ayam dan telur yang dinilai menunjukkan ketidakseimbangan antara harga di tingkat peternak dan harga yang dibayar konsumen.

Menurutnya, situasi tersebut perlu ditelusuri agar penurunan harga di tingkat produsen tidak berjalan bersamaan dengan tingginya harga di tingkat konsumen tanpa penyelesaian yang memadai.

“Ada anomali. Kenapa harga telur dengan ayam jatuh, tapi di konsumen juga tinggi?” katanya.

Untuk membantu penyerapan hasil produksi peternak, Amran meminta Bulog memperkuat penyerapan telur melalui dukungan anggaran sebesar Rp30 miliar.

Langkah tersebut diarahkan untuk membantu memperbaiki penyerapan hasil produksi. Namun, dampaknya terhadap harga di tingkat peternak maupun konsumen tetap bergantung pada mekanisme pelaksanaan, cakupan penyerapan, serta kondisi pasokan dan distribusi.

Pemerintah Diminta Pastikan Keluhan Petani dan Peternak Ditindaklanjuti

Dialog terbuka tersebut memperlihatkan beragam tantangan yang dihadapi pelaku usaha pertanian dan peternakan, mulai dari standar kualitas hasil panen hingga persoalan harga dan persaingan usaha.

Amran meminta seluruh jajaran terkait mengawal setiap aspirasi sesuai kewenangan masing-masing. Ia menekankan bahwa keberpihakan kepada petani dan peternak harus diwujudkan melalui penyelesaian masalah yang dapat dirasakan langsung di lapangan.

“Tujuan pemerintah itu adalah menyejahterakan rakyat, melayani rakyat, melayani peternak, bukan menzalimi,” pungkasnya.

Tindak lanjut terhadap persoalan penyerapan jagung, ketersediaan alat pengering, harga hasil ternak, serta tata kelola persaingan usaha akan menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan petani dan peternak. Kepastian kebijakan dan pelaksanaan yang konsisten diperlukan agar dukungan pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi keberlangsungan usaha mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Saksikan Pelantikan Dewan Komisioner Baru LPS, Anggito Abimanyu Pimpin Lembaga Penjamin Simpanan

    Presiden Prabowo Saksikan Pelantikan Dewan Komisioner Baru LPS, Anggito Abimanyu Pimpin Lembaga Penjamin Simpanan

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menyaksikan pengucapan sumpah dan janji jabatan Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (8/10/2025). Upacara tersebut menandai dimulainya masa tugas baru para pimpinan LPS yang akan berperan penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Pengangkatan jajaran Dewan Komisioner LPS ini […]

  • KPID DKI Jakarta

    KPID DKI Jakarta Perkuat Koordinasi Kelembagaan Melalui Kunjungan Resmi ke KPI Pusat

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Dalam upaya mempererat tali silaturahmi dan memperkuat koordinasi kelembagaan di bidang penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan resmi ke kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat pada Jumat (10/10/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Tenaga Ahli KPID DKI Jakarta serta sejumlah mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi […]

  • Makan Bergizi Gratis

    Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis: Poros Pelajar Tekankan Aspek Keamanan, Gizi, dan Keadilan

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Sejumlah organisasi pelajar dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Pelajar Islam Indonesia (PII) yang tergabung dalam Poros Pelajar menggelar dialog bertajuk “Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis: Peran Pelajar untuk Generasi Sehat dan Cerdas” di Barocks Cafe, Jakarta, Minggu (24/8). Ketua Umum PII, Abdul Qohar Ruslan, menegaskan bahwa […]

  • 20251018_153942

    Strategi Korea Selatan dalam Pemanfaatan Industri Hiburan dan Kecantikan sebagai Instrumen Soft Power Global

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Devina
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Di era global saat ini, kekuatan sebuah negara tidak lagi hanya diukur dari seberapa besar militernya atau sekuat apa ekonominya. Ada kekuatan lain yang jauh lebih efektif, yaitu budaya. Melalui budaya, sebuah negara dapat memengaruhi cara dunia memandangnya tanpa harus menekan atau memaksa. Inilah yang disebut soft power, yakni kekuatan untuk […]

  • WhatsApp Image 2026-10-20 at 14.43.42

    Pertanggung Jawaban Hukum terhadap Oknom Pengusuran/Penghancuran Indomaret di Desa Plengaan

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Devina
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Beberapa hari yang lalu ada  postingan  video di sosial media terkait Pengrusakan Gerai indomarat yang dilakukan setelah adanya penolakan terhadap keberadaan tersebut. Kejadian Pengrusakan terjadi di kabupaten Plengaan pamekasan, madura Jawa Timur. Rabu (7/10/2026) pagi. Massa kemudia mendatangkan ekskavator (excavator) untuk membongkar secara paksa bagunan Gerai Idomart tersebut. Menurut perspektif penulis, […]

  • Alejandro Garnacho Tolak Bayern Munchen, Fokus Ingin Gabung Chelsea

    Alejandro Garnacho Tolak Bayern Munchen, Fokus Ingin Gabung Chelsea

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Alejandro Garnacho (20) dikabarkan menolak kesempatan untuk bergabung dengan Bayern Munchen pada bursa transfer musim panas ini. Winger muda Manchester United tersebut justru diyakini hanya ingin pindah ke Chelsea, klub yang saat ini tengah berusaha keras menyelesaikan kesepakatan sebelum jendela transfer resmi ditutup. Bayern sebenarnya sempat mencoba mendekati Garnacho pada awal […]

expand_less