Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Gubernur Jawa Barat Hadiri Groundbreaking Pabrik Deli Indonesia di Karawang, Investasi Rp2,25 Triliun Siap Serap 3.000 Tenaga Kerja

Gubernur Jawa Barat Hadiri Groundbreaking Pabrik Deli Indonesia di Karawang, Investasi Rp2,25 Triliun Siap Serap 3.000 Tenaga Kerja

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Sen, 8 Des 2025

Lens IDN, Karawang – Komitmen investasi asing dalam memperkuat industri manufaktur nasional kembali ditunjukkan melalui seremoni groundbreaking pembangunan pabrik Deli Indonesia di Artha Industrial Park, Karawang, Selasa (26/11). Acara ini turut dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menyatakan dukungan penuh terhadap hadirnya Deli sebagai penggerak baru ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa investasi Deli tidak hanya membawa masuk modal asing, tetapi juga membuka peluang strategis bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia, khususnya dalam bidang manajerial dan industri.

“Kehadiran Deli bukan sekadar investasi finansial, tetapi juga kesempatan besar untuk mempercepat lahirnya talenta manajerial lokal yang unggul,” ujar Dedi.

Investasi Rp2,25 Triliun, Bangun Kawasan Manufaktur Terintegrasi

Pabrik Deli di Karawang dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp2,25 triliun di atas lahan seluas 8,2 hektare, dengan total luas bangunan sekitar 12 hektare. Kawasan ini akan mengintegrasikan fungsi produksi, pergudangan, dan logistik, menjadikannya sebagai salah satu basis manufaktur terintegrasi terbesar Deli di kawasan Asia Tenggara.

Keberadaan pabrik ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja langsung, sekaligus menimbulkan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor-sektor pendukung seperti makanan dan minuman, perhotelan, transportasi, ritel, hingga pendidikan melalui keterhubungan rantai pasok hulu dan hilir.

Fokus Manufaktur Lokal, Talenta, dan Teknologi

General Manager Deli Manufacturing Company, Mr. Huang, menjelaskan bahwa pengembangan pabrik di Indonesia akan diarahkan pada penguatan manufaktur lokal dan pembangunan rantai pasok nasional.

“Fokus kami adalah pada lokalisasi produksi, pengembangan talenta, serta berbagi teknologi. Kami ingin membangun kolaborasi yang kuat dengan kawasan industri dan mitra lokal,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan komitmen jangka panjang Deli terhadap kualitas, inovasi, dan keberlanjutan, dengan mematuhi standar mutu internasional, meningkatkan investasi riset dan pengembangan (research and development), serta menerapkan prinsip manufaktur hijau dan efisiensi energi.

Dorongan Kuat untuk Peningkatan SDM Lokal

Dalam pidato yang mendapat perhatian luas, Gubernur Dedi kembali menekankan pentingnya transformasi peran masyarakat dalam dunia industri.

“Pabrik itu bukan mesin pencetak uang. Pabrik adalah tempat produk dibuat dan ekonomi digerakkan. Karena itu, negara wajib memastikan industri tumbuh dengan dukungan penuh,” tegasnya.

Ia mendorong pelajar dan masyarakat Jawa Barat untuk tidak hanya menjadi konsumen atau pekerja, tetapi juga berani bertransformasi menjadi produsen dan manajer, dengan meningkatkan keterampilan dan daya saing.

Pemprov Jabar Siapkan Program Pendidikan Industri

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan sejumlah program pengembangan talenta, antara lain:

  • 1000 lulusan SMP akan dibiayai untuk melanjutkan pendidikan di SMK berbasis industri.
  • 500 mahasiswa D3/politeknik di bidang teknologi informasi dan teknik akan dipersiapkan sebagai kader manajerial masa depan.

Selain itu, pemerintah provinsi juga berkomitmen memperkuat layanan perpajakan serta pembangunan infrastruktur industri, mulai dari jalan, jembatan, penerangan, hingga keamanan, demi menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Target Operasi 2027, Pasar Indonesia Dinilai Sangat Prospektif

Pembangunan fisik pabrik Deli dijadwalkan mulai berlangsung pada kuartal pertama 2026, dengan target beroperasi penuh pada 2027. Deli menilai bahwa pasar Indonesia memiliki potensi besar dan pertumbuhan jangka panjang untuk produk alat tulis dan perlengkapan kantor.

Keberadaan pabrik terintegrasi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi nasional, mempercepat alih teknologi, serta memperkuat efisiensi rantai pasok dan daya saing Deli di pasar Asia Tenggara.

Sebagai penutup, Deli menegaskan komitmennya terhadap visi perusahaan, yakni “menciptakan produk unggul dan melayani pelanggan global”, melalui penguatan produksi lokal dan inovasi berkelanjutan untuk sektor pendidikan dan perkantoran.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seruan Aksi Jilid II

    HMI Gelar Aksi Jilid II dan Dirikan Tenda, Desak Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Serang – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pandeglang kembali turun ke jalan dalam aksi bertajuk “Seruan Aksi Jilid II” untuk menekan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten agar segera menindaklanjuti berbagai dugaan korupsi yang mencuat di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten. Aksi tersebut berlangsung di depan kantor Kejati Banten, diwarnai orasi, pemasangan tenda, serta komitmen untuk […]

  • Persik Kediri Bidik Kemenangan Lawan PSBS Biak, Ong Kim Swee Tekankan Konsistensi Tim

    Persik Kediri Bidik Kemenangan Lawan PSBS Biak, Ong Kim Swee Tekankan Konsistensi Tim

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kediri – Persik Kediri berambisi meraih poin penuh saat melakoni laga tandang menghadapi PSBS Biak pada lanjutan kompetisi Super League 2025/2026, yang akan digelar pada Jumat, 29 Agustus 2025. Kemenangan menjadi harga mati bagi Macan Putih demi menjaga persaingan dan tidak semakin tertinggal dari kontestan lainnya. Pelatih Persik Kediri, Ong Kim Swee, menegaskan […]

  • WhatsApp Image 2026-02-08 at 12.10.27 (1)

    Rakornas 2026 LSP Talenta Wirausaha Nusantara di Bali Dorong Penguatan Sertifikasi UMKM dan Koperasi

    • calendar_month Ming, 8 Feb 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Denpasar — Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Talenta Wirausaha Nusantara menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 di Bali sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem sertifikasi kompetensi di sektor wirausaha dan koperasi nasional, Bali (6–8 Februari 2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi forum penting dalam merumuskan arah kebijakan serta pengembangan sertifikasi profesi […]

  • korban-banjir

    Banjir Aceh, Legislator Harap Prabowo Konsisten dalam Pemberantasan Pembalakan Hutan

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyoroti lemahnya kinerja kementerian dan lembaga yang memiliki otoritas di sektor kehutanan. Ia menyatakan, bencana banjir Aceh dan tanah longsor yang terjadi setiap tahun, bahkan setiap saat, menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang dilakukan masih belum efektif. Firman juga menyoroti kerusakan hutan yang semakin tidak […]

  • Bagaimana Cara Kerja “Bratayuda”? Bra Cerdas Ini Analisis Data Biometrik untuk Lawan Kanker Payudara

    Bagaimana Cara Kerja “Bratayuda”? Bra Cerdas Ini Analisis Data Biometrik untuk Lawan Kanker Payudara

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Denpasar – Di balik nama “Bratayuda”, sebuah inovasi bra pintar (smart bra) dari mahasiswa Universitas Udayana, terdapat sebuah sistem teknologi canggih yang bekerja layaknya detektif medis. Pertanyaannya, bagaimana sebuah pakaian dalam bisa mendeteksi penyakit serius seperti kanker payudara? Jawabannya terletak pada analisis data biometrik yang presisi. Proyek yang menjanjikan ini tidak berjalan sendiri. […]

  • IMG-20260509-WA0016

    Dapur SPPG dan Keracunan Siswa: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Kasus keracunan siswa akibat makanan dari dapur SPPG tidak boleh dipandang sebagai insiden biasa. Peristiwa ini adalah alarm keras bahwa ada persoalan serius dalam tata kelola, pengawasan, dan tanggung jawab hukum penyedia makanan di lingkungan sekolah. Ketika siswa menjadi korban, maka pertanyaannya bukan lagi sekadar siapa yang mengelola dapur, melainkan siapa […]

expand_less